Teknik SEO Kadaluwarsa

Teknik SEO Kadaluwarsa - Teknik SEO Lama

Search Engine Optimization yang sekarang lebih populer dalam singkatannya, SEO, sudah mengalami evolusi yang cukup panjang sejak awal popularitasnya di sekitar tahun 1990an. Saat itu algoritma search engine masih sangat sederhana dan orang yang menyadari potensi search engine sebagai media pemasaran masing relatif sedikit. Di sisi lain orang yang melek internet juga masih sedikit, apalagi mereka yang menyadari keberadaan search engine sebagai metode pencarian yang efektif dan efisien.

Teknik SEO Kadaluwarsa - Teknik SEO Lama

Seiring dengan perkembangan dimana sekarang hampir semua orang mencari informasi yang mereka perlukan melalui search engine, berbagai jenis usaha, dari bisnis pribadi rumahan sampai korporasi besar, menyadari potensi besar search engine untuk mengalirkan uang.

Selain meningkatkan kapasitas dan efektivitas sistem mereka untuk menjelajahi dan menyimpan sebanyak mungkin konten website dan memberikan hasil pencarian berkualitas, search engine juga bekerja keras menciptakan metode untuk mengurangi praktek-praktek SEO yang tidak etis, kita kenal sebagai black hat SEO.

Kompetisi menjadi semakin ketat dan algoritma search engine menjadi semakin dinamis. SEO menjadi semakin menantang. Mendongkrak website ke papan atas search engine menjadi semakin sulit. Banyak teknik SEO yang dulu efektif sekarang sudah kehilangan manfaatnya.

Sebagai praktisi SEO anda selayaknya terus memantau perkembangan untuk mendapatkan teknik terbaru yang lebih efektif untuk kondisi terkini. Teknik-teknik lama yang sudah kadaluwarsa sebaiknya dilupakan saja, karena lebih banyak waktu dan tenaga yang terbuang daripada manfaatnya.

Berikut adalah beberapa teknik lama yang sudah saatnya kita lupakan. Jika ada pakar SEO yang mengajarkan anda untuk melakukannya sekarang, sebaiknya dia juga anda lupakan saja.

1. Memanfaatkan Meta Tags.

Search engine terkemuka saat ini hanya memandang konten tekstual yang nyata sebagai dasar penentuan ranking. Nyata dalam hal ini adalah bisa dilihat dan dibaca pengunjung biasa. Teks yang tidak terbaca pengunjung, seperti Meta Tags, sudah menjadi bulan-bulanan para pelaku black-hat SEO di masa lalu, dan karena itu diabaikan search engine.

Satu-satunya Meta Tags yang masih bermanfaat adalah description. Search engine memakainya bukan untuk menentukan ranking anda, tapi ditampilkan sebagai deskripsi dalam daftar hasil pencarian.

2. Duplikasi Konten

Meduplikasi konten yang sama di dalam beberapa halaman yang berbeda dengan tujuan untuk meningkatkan page views merupakan salah satu teknik SEO yang sudah tidak dilirik lagi oleh search engine. Search engine malah menjatuhkan hukuman yang cukup berat terhadap website-website yang melakukan praktek duplikasi konten.

3. Membeli Link

Praktek membeli link masih banyak dilakukan sampai saat ini, salah satu alasannya adalah karena orang masih melihat efek positifnya terhadap ranking. Tapi search engine bekerja keras untuk mengeliminasi efek dari link yang didapat dengan membeli. Search engine lebih memilih link yang organik, sebagai referensi yang mengkonfirmasi kualitas website kita sebagai sumber informasi. Link yang kita beli sama sekali tidak memiliki faktor ini.

Google, dan pastinya akan diikuti search engine lain, terus mengembangkan sistem yang lebih canggih untuk mendeteksi link yang dibeli melalui pendekatan kontekstual, dimana link yang dianggak tidak wajar akan disisihkan.

Google juga mempekerjakan orang-orang untuk meneliti hasil pencarian dan menemukan praktek-praktek jual beli link. Website yang ditemukan menjual link akan ditandai, dan setelah itu link yang kita dapat dari website yang sudah ditandai tidak akan ada manfaatnya lagi.

4. Keyword Stuffing

Keyword stuffing adalah teknik dimana kita menjejalkan sebanyak-banyaknya keyword ke dalam konten website dengan harapan search engine melihatnya sebagai sumber informasi dengan releansi tinggi terhadap keyword tersebut.

Penempatan keyword yang terlalu banyak di dalam konten website akan menyebabkan konten tersebut tidak lagi bermakna bagi pengunjung. Search engine modern telah memiliki sistem yang cukup canggih untuk menelaah bahasa. Sekarang search engine bukan hanya mengabaikan tapi menghukum website yang ditemukan mempraktekan teknik ini.

5. Link Trading

Link trading, atau pertukaran link, kehilangan efektivitasnya sama halnya dengan membeli link, karena link yang didapat dari pertukaran tidak menggambarkan kualitas website yang sesungguhnya. Link didapat dengan cara barter, bukan referensi terhadap sesuatu yang berkualitas. Karena itu search engine bekerja keras untuk menghilangkan efek link seperti ini terhadap ranking.

Tidak berarti anda harus sama sekali menghentikan praktek pertukaran link ini, tapi anda harus lebih selektif dan bijaksana. Anda hanya perlu bertukar link dengak website yang relevan dan memberikan manfaat bagi pengunjung website anda sendiri, bukan untuk mendpatkan ranking yang tinggi. Link dengan website yang tidak relevan bukan hanya diabaikan search engine tapi mungkin menyebabkan website anda terkena hukuman.

priatna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *